Paket Toll Suction atau Skema Tarif Telkomsel?

<pre><pre>Tanggapan JD.id atas Pembaca Surat Ferdinal Chandra

Surat yang saya buat ini merupakan kelanjutan dari tanggapan Telkomsel kepada pembaca saya & # 39; surat yang dimuat di sini https://mediakonsumen.com/2020/11/27/surat-pembaca/telkomsel-memaksa-paket-promo-dan-tidak-menanggapi- pengaduan.

Dalam tanggapan yang diberikan, CS mengatakan bahwa nomor saya ada di “skema tarif” All New Payu. Dan CS mengatakan bahwa "skema tarif" ini memang diberikan secara otomatis dan bisa dinonaktifkan. Karena tarifnya sesuai, keluhan / pengembalian uang tidak dapat dikeluarkan. CS juga menambahkan kata "kebijakan operator seluler yang tarifnya bisa berubah sewaktu-waktu"

Tentu saja saya tidak bisa menerima penjelasan yang diberikan. Saya memahami sepenuhnya bahwa perusahaan berhak menetapkan tarif dan harga dapat berubah sewaktu-waktu. Dan kebijakan tersebut bersifat permanen dimana semua konsumen harus tunduk pada perubahan tarif berikutnya. Sedangkan sesuatu yang bersifat sementara / konsumen berhak memutuskan pilihan untuk menonaktifkan dan kembali ke tarif awal yaitu PAKET.

Jadi dari sini jelas bahwa SEMUA Payu Baru termasuk dalam kategori PAKET, namun CS tetap berkeras bahwa itu adalah "Skema Tarif" dan berlindung menggunakan kata "Kebijakan Operator".

Saya jengkel karena CS selalu menggunakan kata "skema dan kebijakan tarif". Padahal penggunaan kata tersebut tidak tepat pada posisinya. Seperti pada penjelasan saya sebelumnya, kebijakan ini berarti konsumen harus mematuhi peraturan, jika memang ini kebijakan lalu mengapa konsumen berhak memilih untuk menonaktifkan?

Penggunaan kata policy oleh CS sangat lucu, di satu sisi konsumen harus tunduk, namun di sisi lain konsumen berhak menolak dengan cara menonaktifkannya untuk kembali ke tarif awal / dasar. Dari sini terlihat jelas bahwa SEMUA Payu baru adalah PAKET, hanya kategori PAKET saja, konsumen berhak memilih untuk menonaktifkannya.
sedangkan skema tarif benar-benar skema tarif, konsumen tidak punya hak untuk memilih.

Baca:  Jaringan Telkomsel Saat Ini Buruk

Jika model “skema tarif” seperti All New Payu dibiarkan, banyak model “skema tarif” lainnya akan bermunculan dan bahkan ditiru oleh operator seluler lain. nomor / pulsa konsumen dapat disedot / dispam terus menerus.

Contoh:

Tarif Dasar / Awal = Rp 57 / menit.
"Skema tarif" A = 60 menit berbicara dengan operator lain dengan tarif Rp. 5.000
"Skema tarif" B = 30 menit bicara ke operator lain Rp. 10000
"Skema tarif" C = 30 menit telepon ke operator lain + 1 Gb internet Rp. 15000

Setelah "skema tarif" A dinonaktifkan oleh konsumen, (hanya misalnya) 5 menit kemudian "skema tarif" akan dikembalikan secara otomatis B. Setelah dinonaktifkan oleh konsumen, "skema tarif" akan menjadi otomatis diberikan lagi. C. Dan seterusnya…. . (ingat kata Cs) kredit yang telah dipotong karena "skema tarif" tidak dapat diadukan / dikembalikan, konsumen cukup menonaktifkan "skema tarif" untuk kembali ke tarif awal / dasar).

Bayangkan tarif awal saya hanya Rp. 57 / menit setelah otomatis diberikan ALL PAyu baru jadi Rp. 1900 untuk satu panggilan. Berapa banyak kredit yang saya / konsumen lain ambil? Dan kejadian ALL New Payu bukan hanya satu kali ini yang terjadi pada saya tetapi sudah beberapa kali terjadi.

Saya baru saja menulis surat ini sekarang karena kesulitan dalam proses editing. Silakan lihat detail lengkapnya di sini

Silakan menilai sendiri. Apakah "skema tarif" ALL New Payu ini merupakan tipe paket / bukan?

Mohon di-berbagi.

Agip Budiman
Surabaya

Artikel ini dibuat oleh pengguna dan merupakan tanggung jawab penulis.

Paket Toll Suction atau Skema Tarif Telkomsel? ditulis oleh agip dan dipublikasikan pertama kali di Consumer Media.