Putuskan Hubungan Secara Sepihak oleh Grab Indonesia

<pre><pre>Putuskan Hubungan Secara Sepihak oleh Grab Indonesia

Terhormat. Manajemen Grab Indonesia,

Hormat kami, saya adalah mitra supir GrabBike. Beberapa bulan lalu saya mendapat penangguhan Partner (PM) dengan alasan sering saya membatalkan memesan. Memang saat itu saya terkadang harus membatalkan memesan untuk alasan tertentu, misalnya pesta pelanggan tidak bisa dihubungi. Jadi saya terpaksa membatalkannya karena saya khawatir memesan khayali. Ditambah nominal transaksinya yang cukup besar.

Namun saya sangat menyayangkan PM tersebut dan cukup canggung, karena tidak sesuai dengan kode etik yang berlaku di Grab. Dalam kode etik, PM bisa dipaksakan supir yang melakukan pelanggaran serius (mis. pelecehan seksual terhadap penumpang, dll.). Tidak ada artikel yang menyatakan bahwa seringnya pembatalan bisa mengakibatkan PM. Jadi cukup aneh.

Semoga kasus saya ini bisa menjadi perhatian manajemen untuk ditindaklanjuti.

Terima kasih.

Idad Nursyamsi
Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Artikel ini dibuat oleh pengguna dan merupakan tanggung jawab penulis.

Artikel Breaking Partners Secara Sepihak oleh Grab Indonesia ditulis oleh Idad Nursyamsi dan dipublikasikan pertama kali di Consumer Media.

Baca:  Kesulitan Mengajukan Keringanan Pembayaran DBS KTA