Tidak ada kebijakan bagi pelanggan Tunaiku yang membayar, meski bukan "Pembayaran Penuh"

Bukti chat WA dengan tim kolektor

Saya Novi, nasabah pinjaman Tunaiku dengan nomor kontrak: 69436000. Saya punya tagihan dengan nominal Rp1,6 juta. Namun karena terlambat menjadi Rp1,8 juta. Sudah 3-4 bulan sejak saya membayar cicilan dengan nominal Rp 1 juta, akibat pandemi yang mempengaruhi keuangan keluarga saya.

Saya sudah beberapa kali mengirim email dan mengisi survei untuk meminta keringanan pembayaran, tetapi tidak pernah ada tanggapan. Hingga saya pun sempat beberapa kali menjelaskan kepada para kolektor melalui obrolan, karena keadaan saat ini saya hanya mampu membayar sepuasnya, dengan nilai nominal Rp 1 juta.

Bukti chat WA dengan tim kolektor

Namun, tidak semua kolektor merespon dengan baik. Sampai kolektor terakhir, saya dipanggil pelarian dan tagihan berpindah tangan ke penagih hutang dari PT Bareta Timor Indo. Saya hanya ingin bertanya “Apakah saya masih dipanggil melarikan diri dari hutang ini, sementara saya masih memiliki niat baik dengan membayar meskipun saya tidak penuh?"Bagaimana jika saya tidak membayar sama sekali?

Saya mohon pengertian dari bank Tunaiku atau Bank Amar karena saya yakin tidak ada satu nasabah pun yang mau gagal membayar. Jika penagihan dengan mengubah cara penagih hutang buat saja pelanggan turun. Saya tidak lari dari Tunai saya.

Terima kasih.

Novi Nur N
Jakarta Selatan

Artikel ini dibuat oleh pengguna dan merupakan tanggung jawab penulis.

Artikel Tidak Ada Kebijakan Membayar Pelanggan Tunaiku, Padahal Bukan “Pembayaran Penuh” ditulis oleh Novi Novianti dan dimuat pertama kali di Consumer Media.

Baca:  Deathloop, Game Baru dari Dev. Tidak Dihormati, Ditunda hingga 2021